UIN Antasari Banjarmasin Ikuti Evaluasi dan Persiapan Pelaksanaan PPG Tahun 2026 serta Rapat Kerja Asosiasi Prodi PPG
Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) UIN Antasari Banjarmasin mengikuti kegiatan Evaluasi dan Persiapan Pelaksanaan PPG Tahun 2026 serta Rapat Kerja Asosiasi Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang dilaksanakan pada 16–18 September 2026 di RED TOP Hotel Jakarta. Kegiatan tersebut menjadi forum koordinasi dan penguatan penyelenggaraan Pendidikan Profesi Guru (PPG), khususnya dalam meningkatkan kualitas proses akademik, pelaksanaan PPG, pengembangan kurikulum, serta penguatan jejaring antar-Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).

Salah satu agenda utama kegiatan adalah penyampaian materi bertajuk “Membangun Pendidikan Profesi Guru yang Berkualitas dan Berdampak: Transformasi Guru, Penguatan LPTK dan Masa Depan Madrasah” yang disampaikan oleh Dr. Faesal Musa’ad, S.Pd., M.Pd., Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama RI. Selain dihadiri Direktur GTK Madrasah, acara juga dihadiri oleh Dr. M. Munir, M.A., Direktur Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama RI.
Dalam pemaparannya, Direktur GTK Madrasah menyampaikan bahwa PPG tidak semata-mata diarahkan untuk menghasilkan sertifikasi bagi guru. Lebih dari itu, PPG diharapkan mampu membentuk guru yang menjadi agen transformasi dalam pembelajaran. Guru profesional perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi, berinovasi, melakukan refleksi, serta merespons berbagai tantangan pendidikan pada masa kini dan masa depan.
Perkembangan teknologi juga menjadi salah satu tantangan sekaligus peluang dalam transformasi pendidikan. Kehadiran artificial intelligence (AI), big data, serta berbagai platform pembelajaran digital telah mengubah cara guru mengajar dan peserta didik belajar. Oleh karena itu, penyelenggaraan PPG perlu terus menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut agar mampu menghasilkan guru yang relevan dengan kebutuhan pendidikan.
Selain penguatan kualitas guru dan transformasi pembelajaran, Asosiasi Prodi PPG juga diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai wadah koordinasi antar-LPTK, tetapi turut membangun jaringan dan kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan penyelenggaraan PPG.

Sementara itu, Dr. Fakhrurrozi, S.S., M.Si., Kasubdit Fasilitasi Profesi Guru Ditjen GTK Madrasah Kementerian Agama RI, menyampaikan materi mengenai pelaksanaan PPG Madrasah. Materi ini memberikan penguatan terkait penyelenggaraan dan pelaksanaan PPG di lingkungan madrasah. PPG Madrasah juga masih memfokuskan penyelesaian PPG Daljab dan pada tahun 2026 ini dipastikan belum dapat dilaksanakan PPR Prajabatan untuk guru madrasah.

Agenda lainnya berupa Workshop Kurikulum OBE Prodi PPG berdasarkan Permendikti Saintek Nomor 39 Tahun 2025 dan Nomor 10 Tahun 2026 yang disampaikan oleh Dr. Yanti Herlanti, M.Pd., Wakil Dekan I Bidang Akademik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Workshop tersebut menjadi bagian penting dalam penguatan pengembangan kurikulum PPG yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut turut dilaksanakan penandatanganan implementasi kerja sama Program Studi PPG serta pelantikan Pengurus Asosiasi Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) pada LPTK di lingkungan Kementerian Agama RI periode 2025–2028. UIN Antasari Banjarmasin dalam kegiatan ini hadir diwakili Drs. H. Murdan, M.Ag., selaku Ketua Program Studi PPG UIN Antasari Banjarmasin, Mayang Gadih Ranti, S.Si., M.Pd selaku Sekretaris Program Studi PPG, serta Huriyah, M.Pd sebagai Admin/Pengelola. Dalam kepengurusan Asosiasi Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG), Drs. H. Murdan, M.Ag di lantik sebagai anggota Divisi Penjaminan Mutu.

Keikutsertaan UIN Antasari Banjarmasin dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi, jejaring, dan pengembangan penyelenggaraan PPG. Melalui forum tersebut, Program Studi PPG UIN Antasari Banjarmasin memperoleh ruang untuk mengikuti perkembangan kebijakan, penguatan proses akademik, pengembangan kurikulum, serta kolaborasi antar-LPTK dalam mewujudkan penyelenggaraan PPG yang berkualitas dan berdampak bagi peningkatan mutu pendidikan.


